Banjir Kotim Meluas, Rendam 13 Dukuh di 3 Kecamatan

Banjir Kotim Meluas, Rendam 13 Dukuh di 3 Kecamatan

Jakarta, CNN Indonesia —

Banjir   yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah , langsung meluas dan merendam sebagian daerah di 13 desa yang tersebar pada tiga kecamatan.

“Perkembangan hari ini, ada 13 desa yang sebagian wilayahnya terendam banjir. Beberapa di antaranya airnya sudah masuk ke dalam sendi, ” ujar Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bahaya Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur Yephi Hartady di Sampit, Senin (14/9) seperti dilansir Antara .

Banjir terjadi sepekan belakang dampak tingginya curah hujan dengan membuat sungai meluap merendam kawasan di bantaran sungai dan dataran rendah. Sebanyak 13 desa dengan sebagian wilayahnya dilanda banjir itu tersebar di tiga kecamatan yakni Antang Kalang, Mentaya Hulu, & Telaga Antang.


Buatan pendataan, rumah yang terendam banjir di Kecamatan Antang Kalang cerai-berai di Desa Tumbang Kalang sebesar 96 kepala keluarga (KK), Tumbang Ramei 15 KK, Sei Puring 25 KK. Sedangkan jumlah desa yang terdampak yaitu Desa Tumbang Mencacau sebanyak 30 KK, Kuluk Telawang 20 KK, Tumbang Manya 30 KK, dan Sei Hanya 30 KK.

Banjir pada Kecamatan Mentaya Hulu, jumlah rumah yang terdampak yakni di Kelurahan Kuala Kuaya 50 KK, Desa Bawan 20 KK, dan Tangkaroba 40 KK. Rumah yang terendam yakni di Kelurahan Kuala Kuayan 15 KK, Desa Bawan 5 KK, dan Desa Tangkarobah 10 KK.

Banjir di Kecamatan Telaga Antang merendam Kampung Tumbang Sangai 30 KK, Daerah Katang 25 KK, Tumbang Bajane 17 KK, dan Tumbang Boloi 32 KK. Sedangkan rumah dengan terdampak yakni Desa Tumbang Bersangai 60 KK, Tukang Langit 20 KK, Rantau Katang 30 KK, Tumbang Kuwan 15 KK, Patuh Bajane 30 KK, dan Tumbang Boloi 40 KK.

“Ketinggian air sendiri bervariasi. Yaitu ada yang 50 cm mematok lebih dari satu meter. Tergantung dataran di daerah mereka per, ” kata Yephi.

BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur mengimbau masyarakat untuk selalu waspada kepada kemungkinan terjadinya banjir susulan atau bertambah parah. Pemantauan juga dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya banjir dengan lebih parah.

Kelompok diminta mengutamakan keselamatan. Jika banjir terus meningkat, masyarakat diminta mengungsi ke tempat yang lebih aman agar banjir Kotawaringin Timur tak sampai memakan korban jiwa.

(kid)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.