Awak Jepang Kembali Datangi Tempat Pemandian Umum

Awak Jepang Kembali Datangi Tempat Pemandian Umum

Jakarta, CNN Nusantara — Masazumi Kato menghela napas panjang ketika memasukkan tubuhnya ke dalam bak di pemandian ijmal pinggiran kota Tokyo. Dia balik menikmati satu tradisi  Jepang yang ditutup akibat pandemi virus corona .

Onsen atau tempat pemandian umum tempat warga mampu berendam air hangat di bak dan bak mandi mulai dibuka secara bertahap karena status perlu nasional Jepang akibat pandemi corona dicabut.

Dan penggemar Onsen seperti Kato tak merasa ragu untuk kembali menikmati tradisi ini.

“Saya yakin mereka sudah mengambil langkah-langkah antivirus seperti menaruh kaporit, ” ujarnya kepada AFP sembari menikmati bak mandi di luar ruangan sementara sejumlah pria lain menikmati kolam air hangat di kian.

“Saya percaya mereka dan saya senang menggunakan tempat ini, ” ujar Kato, pelanggan setia tempat pemandian Yumominosato di Yokohama, tak jauh dari Tokyo.

Tempat pemandian umum berlantai lima ini ialah jenis onsen yang sangat beken dan banyak ditemukan di seluruh wilayah Jepang.

Rumah pemandian semacam itu biasanya menyediakan berbagai fasilitas seperti tambak di dalam dan luar ruangan, dan biasanya dilengkapi dengan sembrono air.

Kurang di antaranya dilengkapi dengan semburan air bertenaga kuat yang berfungsi untuk memijat tubuh atau air mampu mineral yang disebut memiliki kebaikan bagi kesehatan.

Tempat seolah-olah ini biasanya dilengkapi juga dengan restoran, ruang pijat, perpustakaan komik dan berbagai ruangan santai.

Bagi banyak warga Jepang berkunjung ke onsen adalah kegiatan satu hari penuh yang lazimnya meliputi tidur ketika berendam, memencet dan makan siang.

Tetapi sebagian besar onsen tutup ketika pemerintah menyatakan posisi darurat pada April, yang diawali kota Tokyo, diikuti sejumlah wilayah dan akhirnya berlaku untuk semesta wilayah Jepang.

Pemerintah Jepang saat itu menunjuk tempat pemandian yang lebih mungil atau sento, yang di kala lalu diperuntukkan bagi warga yang tidak memiliki kamar mandi di rumah, sebagai jenis usaha penting sehingga diperbolehkan tetap buka.

Sento pun diwajibkan untuk menambah ventilasi di tempat-tempat tertutup, menjaga jarak bagi pelanggan dan melap tempat yang disentuh pengunjung seperti lemari dan patokan pintu.

Periksa Suhu

Tetapi Yumominosato tutup selama perut bulan dan kini berharap mampu meyakinkan pelanggan bahwa tempat tersebut aman untuk dikunjungi. Kato mengatakan tidak kuatir dengan virus corona, meski berada di ruang tertutup dan tidak mungkin memakai kedok di bak air hangat.

“Kami tahu bagaimana virus ini ditularkan dari manusia dan dari barang ke manusia. Jadi jangan keluar rumah serta menyentuh apapun, ” ujarnya.

“Saya secara awak mengambil langkah-langkah yang diperlukan (untuk menjaga kesehatan). ”

Para-para pakar penularan penyakit Jepang tak secara khusus melarang penggunaan wadah mandi umum, meski mereka menekankan bahwa pemilik harus mempraktikkan kebersihan dan aturan jaga jarak.

Di Yumominosato, tamu wajib diperiksa suhu tubuhnya sebelum masuk dan diminta menjaga langkah dengan orang lain di pada dan luar bak mandi.

Mereka juga diminta menggunakan masker di luar tempat mandi dan menggunakan pembersih tangan yang disebar di berbagai sudut tempat pemandian itu.

Sebelum pandemi corona melanggar, tempat pemandian ini dikunjungi hingga seribu orang per hari, & jumlahnya mulai meningkat setelah dibuka kembali.

Manajer sarana ini Hiroshi Saito mengatakan 500 orang telah mendatangi tempat itu dalam dua hari pertama.

“Pertama-tama, saya lega, ” ujar Saito.

“Tentu saja, virus corona belum benar-benar hilang. Kemungkinan gelombang kedua penderita selalu ada di pada pikiran warga. Jadi kami kendati telah meningkatkan upaya kebersihan jadi pengunjung bisa benar-benar santai & menikmati fasilitas kami. ”

Dan itu lah dengan dilakukan oleh You Sasaki, seorang pengusaha, yang duduk di tempat mandi luar ruangan sambil menikmati matahari dan angin semilir.

“Rasanya enak sekadar. Sangat enak, ” ujarnya.

Dia mengatakan mendaftarkan anjuran “tinggal di rumah” semasa periode darurat, tetapi tidak setia menunggu onsen dibuka kembali. Sasaki mengunjungi onsen empat kali seminggu sebelum pandemi corona melanda.

“Terakhir kali saya ke sini pada akhir Maret. Onsen tempat spesial. Sulit dijelaskan dengan kata-kata. Berendam di tempat yang besar membuat tubuh terasa santai, ” ujar Sasaki.

“Ini bagian dari kehidupan kami. Kami tidak bisa dipisahkan dari ini, dari pemandian tersebut. Dan menurut saya itu pandangan semua warga Jepang. ”

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.