Anita Bantah Keterangan di BAP Soal Action Plan Djoko Tjandra

Anita Bantah Keterangan di BAP Soal Action Plan Djoko Tjandra

Jakarta, CNN Indonesia —

Advokat Anita Kolopaking   membantah materi di dalam Informasi Acara Pemeriksaan (BAP) soal 10 rencana aksi ( action plan ) saat sidang terdakwa Andi Irfan Jaya terpaut terpidana hak tagih ( cessie ) Bank Bali Djoko S Tjandra .

Mulanya hakim ketua, IG Eko Purwanto mengonfirmasi isi BAP tersebut kepada Anita.

Di dalam BAP, Anita disebut mengatakan action plan yang berisi rencana tindakan dan biaya untuk mengurus fatwa Mahkamah Agung (MA) bagi Djoko Tjandra diajukan Jaksa Pinangki Sirna Malasari.


Namun, keterangan di dalam BAP itu diralat Anita. Perempuan yang sebelumnya diketahui sebagai pengacara Djoko Tjandra itu mengatakan semua dengan mengurus action plan adalah Andi Irfan Jaya.

“BAP 15 A saudara menjawab ketika ditunjukkan action plan jawaban saudara gini, ‘ya benar saya kenal surat ini, surat inilah yang saya maksudkan dengan action plan yang diajukan oleh Andi Irfan Jaya & Pinangki Sirna Malasari kepada Joko Soegiarto Tjandra yang kemudian hangat saya ketahui dari Joko Soegiarto Tjandra ketika mengirim WA action plan di awal Desember 2019′, gambar saya dapatkan dari Joko Soegiarto Tjandra di mana Joko Soegiarto Tjandra mengatakan ‘saya tak pernah setuju yang diajukan dari Pinangki Sirna Malasari, saya nggak sedia ditipu lagi’. Benar? ” tanya hakim dalam sidang, di Meja hijau Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (2/12).

“Tidak, jadi beta mau membenarkan yang mulia, Pak Djoko itu bilangnya Andi Irfan, Andi Irfan Jaya, ” tanggungan Anita.

“Kata dibanding Pinangki Sirna Malasari, bukan Pinangki, tapi Andi Irfan Jaya? ” tanya hakim lagi.

Anita menyebut, baru mengenal Andi Irfan Jaya setelah dikenalkan Pinangki. Peran Andi Irfan Jaya diakui sebagai konsultan media.

Ia juga menjelaskan Andi Irfan Jaya memiliki banyak tugas di pembuatan action plan yang berisi rencana meloloskan Djoko Tjandra.

“Jadi saya baru tahu Andi Irfan Jaya tanggal 25, saya ingat sekarang peran Andi Irfan Jaya dari tanggal 14, Pinangki katakan akan hadirkan preman lalu dari awal pertemuan, kami sudah diperkenalkan figur Andi Irfan Jaya sebagai konsultan, ” jelasnya.

“Beliau adalah orang media yang saya ingat, maka waktu pertemuan dengan Djoko Tjandra panjang lebar bicara konsultan. Masa action plan saya terima, pertama saya tahu ‘oh Andi Irfan Jaya banyak tugasnya’. Jadi, target saya itu peran Andi Irfan Jaya dari awal sampai beres adalah konsultan, ” ucap Anita.

Untuk diketahui, Andi merupakan orang yang diperkenalkan Pinangki ke Djoko Tjandra pada akhir November 2019 berserakan.

Kala itu, Pinangki memperkenalkan Andi sebagai konsultan dengan akan meredam pemberitaan media bila Djoko kembali ke Indonesia.

Pinangki menjanjikan Djoko Tjandra dapat pulang ke Indonesia melalui pengurusan sejumlah action plan di Mahkamah Agung.

Ada total 10 action plan yang ditawarkan kepada Djoko Tjandra. Beberapa pada antaranya berupa action plan dengan melibatkan Jaksa Agung ST Burhanuddin dan pejabat MA Hatta Ali.

Dalam sidang itu duduk sebagai terdakwa adalah Andi Irfan Jaya. Ia didakwa menyerahkan uang USD 500 ribu daripada Djoko Tjandra ke Pinangki.

Selain itu, jaksa serupa mendakwa Andi Irfan melakukan pemufakatan jahat yang dilakukan bersama Pinangki dan Djoko Tjandra.

Atas dasar itu, Andi Irfan Jaya didakwa Pasal 5 ayat (2) jo Perkara 5 ayat (1) huruf seragam atau Pasal 11 Undang-Undang Cetakan 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana sudah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan pada Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 56 ke-1 KUHP.

Terkait pemufakatan jahat, Andi Irfan didakwa melanggar Kausa 15 jo Pasal 5 bagian (1) huruf an atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tarikh 1999 tentang Pemberantasan Tindak Kejahatan Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Bagian 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(mln/kid)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.