Anak Bebas Akses Kuota Menelaah Kecuali ke Tiktok dkk

Jakarta, CNN Indonesia —

Kementerian Pendidikan dan Kultur (Kemendikbud) mengubah bentuk subsidi  kuota internet belajar menjadi kuota umum alias bisa mengakses semua kedudukan dan aplikasi.

Bentuk kuota tersebut bertentangan dengan subsidi kuota dengan diberikan pada 2020 yang dibagi dua, yakni ijmal dan khusus alias cuma bisa digunakan untuk mengakses sejumlah aplikasi pembelajaran terbatas.

“Dengan bagian umum yang dihadirkan ini kita harapkan peserta didik lebih fleksibel dalam mengeksplorasi semua website , ” ujar Plt. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbud, Hasan Chabibie dalam jumpa pers daring, Rabu (3/3).


Hasan menuturkan bahwa transformasi bentuk kuota tersebut diputuskan berdasarkan hasil evaluasi pihaknya terkait keterbatasan dosen, kiai, maupun peserta didik mangakses internet selama PJJ.

Ia memastikan bagian belajar umum itu  nantinya dapat mengakses semua laman atau situs, kecuali sebanyak situs yang dilarang Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan beberapa aplikasi jalan sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan Tiktok.

Meski aplikasi media sosial itu kerap dimanfaatkan untuk menunjang proses pembelajaran, Hasan mengklaim  persentasenya mungil dari hasil evaluasi dengan dilakukan pihaknya.

“Itu semuanya kuota umum kecuali yang memang terblokir Kominfo terutama situs-situs yang tentu sekadar tidak menyehatkan dan social media activity semacam Facebook, Twitter, Instagram, dan Tiktok, ” jelas dia.

“Jadi bukan berguna di sana tidak tersedia proses belajar mengajar. Karakter kan masih sering memakai buat diskusi, kami tahu. Orang kadang upload objek di instagram, oke kita juga paham. Tapi jika dihitung secara persentase buatan pemakaian sebagian besar kuota yg kemaren 2020 terbesar masih WhatsApp, searching dalam Google, ” tambahnya.

Jika dirinci, besaran kuota belajar yang setidaknya akan diterima sekitar 30 juta siswa dan tutor yakni, 7 GB bola lampu bulan untuk peserta asuh tingkat PAUD, 10 GB untuk tingkat peserta didik tingkat pendidikan dasar, 12 GB untuk pendidik PAUD, jenjang pendidikan dasar, & menengah, lalu 15 GB untuk mahasiswa dan dosen.

Besaran kuota tersebut bertambah kecil dibanding subsidi bagian pada 2020 yakni, untuk siswa PAUD bantuan kuota mencapai 20 GB bohlam bulan, siswa pendidikan pokok dan menengah 35 GB, guru 42 GB, beserta mahasiswa dan dosen masing-masing 50 GB.

“Bahwa dengan kuota umum yang dihadirkan ini kita harapkan peserta didik bertambah fleksibel dalam mengeksplorasi seluruh website, yang akan mereka jadikan referensi pembelajaran, ” kata Hasan.

(thr/arh)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.