8 Kantor Jakarta Ditutup pada Keadaan Pertama PSBB Ketat Anies

8 Kantor Jakarta Ditutup pada Keadaan Pertama PSBB Ketat Anies

Jakarta, CNN Indonesia —

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta   menutup delapan perusahaan pada Jakarta karena Covid-19   di hari pertama penerapan kembali Penyekatan Sosial Berskala Besar ( PSBB ), Senin (14/9). Sebanyak lima kongsi ditutup karena ditemukan kasus nyata.

Kepala Dinas Gaya Kerja, Transmigrasi, dan Energi,   Andri Yansah mengatakan delapan kongsi itu ditutup setelah pihaknya melaksanakan sidak ke 64 perusahaan yang ada di Jakarta.

“Lima perusahaan ditutup karena Covid-19, sementara tiga perusahaan ditutup karena tidak menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, ” kata Andri dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/9) malam.


Andri merinci, lima perusahaan yang ditutup karena terlihat kasus positif Covid tiga antara lain berada di Jakarta Barat. Kemudian masing-masing satu perusahaan ditutup dalam wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Sementara itu, perusahaan yang ditutup karena tidak menjalankan protokol kesehatan tubuh pencegahan Covid-19, satu di antaranya berada di Jakarta Pusat, sedangkan dua perusahaan lain berada pada wilayah Jakarta Barat.

Andri sebelumnya mengatakan pihaknya tetap mengawasi operasional perusahaan atau perkantoran selama pelaksanaan PSBB. Ia menjelaskan, pihaknya saat ini sudah mengantongi data jumlah perusahaan swasta tenggat jumlah pekerja yang berkegiatan pada Jakarta.

Selain tersebut, Disnakertrans juga meminta agar kongsi untuk membuat laporan mengenai jumlah karyawan yang melakukan kerja lantaran rumah atau work from home (WFH) dan pekerja yang berfungsi langsung di kantor. Namun, buat lebih efektif, mereka tidak sekadar menerima laporan tersebut.

“Kita tetap harus melakukan penjagaan atau pengawasan. Makanya di sini di samping itu, dari masukan yang masuk, dari perusahaan itu kita juga melakukan pemeriksaan ataupun pengawasan dari jadwal yang sudah kita susun, juga kita melangsungkan (pengawasan) dari pengaduan-pengaduan masyarakat, ” imbuhnya.

Dalam pelaksanaan PSBB kali ini, Pemprov DKI masih mengizinkan kongsi atau perkantoran beroperasional. Namun, kala ini perusahaan atau perkantoran kapasitasnya dibatasi hanya 25 persen sejak kapasitas normal.

Sarana 25 persen itu tidak resmi jika daerah perkantoran tersebut ada terinfeksi positif Covid-19. Bila terlihat kasus positif, maka seluruh jalan dan kegiatan di lokasi itu harus ditutup paling sebentar 3 hari.

Sementara tersebut, untuk 11 sektor usaha/bisnis yang diperbolehkan untuk beroperasi ketika PSBB total diminta tetap memasang kapasitas pekerja sebesar 50 persen sejak total kapasitas normal.

Sektor usaha yang boleh jalan, yaitu kesehatan, bahan pangan/makanan/minuman, gaya, dan komunikasi dan teknologi informatika. Kemudian, keuangan, logistik, perhotelan, wujud, dan industri strategis.

Lalu, pelayanan dasar, utilitas terbuka, dan industri yang ditetapkan jadi objek vital nasional dan wujud tertentu serta pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

(dmi/ain)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.